Publisher Theme
I’m a gamer, always have been.

Para Rising Star Pro Player Dota 2 Di Tahun 2020

67

Sponsored

tligames.com – Para Rising Star Pro Player Dota 2 Di Tahun 2020, Tahun 2019 baru saja kita lewati beberapa hari lalu. Tahun lalu adalah tahun yang luar biasa bagi Dota 2.

Banyak sekali momen luar biasa yang terjadi di Tahun 2019, seperti keberhasilan OG menjuarai TI dua kali beruntun, Roshan satu detik, dan tentu saja kemunculan para rising star baru Dota 2. Para rising star tersebut mengejutkan penggemar dengan permainan yang sangat baik di tahun 2019 lalu.

Berikut ini kami akan menampilkanPara Rising Star Pro Player Dota 2 Di Tahun 2020 . Siapa saja mereka? langsung saja kita lihat di bawah!

Gpk dan dream – Gambit Esports

Rising Star Dota 2020

Midlaner dan carry dari Gambit Esports, gpk dan dream menjadi rising star berikutnya yang harus diperhatikan di tahun 2020. Gpk yang bernama asli Danil Skutin ini adalah pemuda 18 tahun asal Rusia yang mulai dikenal oleh penggemar internasional setelah hampir berhasil membawa Vega Squadron lolos ke TI 9 lalu. Mereka tampil sangat baik di babak grup sebelum harus puas menjadi tim peringkat ketiga di kualifikasi TI 9 lalu.

Sementara itu, dream adalah carry 19 tahun asal Kirgistan yang musim lalu bermain untuk Team Empire. Bersama tim yang sering disebut sebagai Memepire tersebut, Pemuda bernama asli Kiyalbek Tayirov ini berhasil tampil di Disneyland major pada musim lalu, meskipun harus puas menjadi tim yang angkat koper lebih awal.

Nama mereka berdua semakin dikenal setelah mereka direkrut oleh Gambit Esports. Bersama dream, gpk menampilkan serangkaian permainan yang luar biasa. Bahkan mantan pemain Virtus Pro yang saat ini bermain di Evil Geniuses, yaitu Ramzes666 menyebutkan bahwa dream dan gpk adalah peringkat kedua dan ketiga core terbaik di CIS di bawah mantan rekan setimnya, No[o]ne.

Pujian dari Ramzes bukan cuma isapan jempol belaka. Gpk dan dream berhasil menunjukkan permainan yang hebat dan membawa Gambit Esports menempati peringkat tinggi di dua turnamen besar, yaitu ESL One Hamburg dan ONE Esports World Pro Invitational Singapore. Gambit Esports berhasil menempati peringkat kedua di ESL One Hamburg, sementara itu mereka berhasil menempati peringkat ketiga di ONE Esports World Pro Invitational Singapore.

Meskipun gemilang di turnamen non-DPC, penampilan mereka tidak sebaik itu di turnamen DPC. Mereka adalah salah satu tim yang pulang lebih awal di Chengdu Major dan saat ini mereka harus berjuang untuk masuk ke Leipzig Major melalui Bukovel Minor. Mampukah gpk dan dream membawa Gambit Esports bangkit dan berprestasi di musim DPC 2020 ini? Menarik untuk diikuti.

23savage – Fnatic

Image result for 23savage – Fnatic

Rising star Dota 2 pertama yang wajib diikuti perkembangannya di tahun 2020 adalah Nuengnara Teeramahanon alias 23savage. Kita sebagai orang dari region SEA tentunya sangat mengenal 23savage. Ia adalah pemain 17 tahun asal Thailand yang saat ini bermain untuk tim terkuat SEA, Fnatic. Nama 23savage mulai muncul tahun lalu, ketika ia tampil sebagai pemuncak leaderboard MMR di SEA.

Namanya semakin dikenal setelah bergabung dengan tim yang dibentuk oleh Forev, yaitu Team Jinesbrus pada kualifikasi TI 9 lalu. Permainan Morphling miliknya yang terkenal di pub match terbukti bisa ia lakukan di ranah profesional. Morphling dari 23savage hampir berhasil membawa mereka ke TI sebelum mereka dikalahkan oleh Mineski di final kualifikasi.

Permainannya yang luar biasa membuat Fnatic mengundangnya menjadi pemain mereka untuk musim 2019-2020 ini. Bersama 23savage, Fnatic mampu lolos ke Chengdu Major yang lalu. Namun, sepertinya 23savage masih sedikit demam panggung di turnamen sebesar itu, sehingga mereka gagal untuk melangkah jauh di Chengdu.

Namun, 23savage sendiri mengatakan bahwa ia sudah menjadi lebih baik dan yakin bisa berbicara banyak di major bersama Fnatic, bahkan yakin menjadi juara. Apakah kepercayaan diri dari 23savage ini bisa membawa dirinya dan Fnatic bersinar di tahun 2020? Kita lihat saja nanti!

Nikobaby – Alliance

Image result for Nikobaby – Alliance

Rising star Dota 2 selanjutnya yang perlu diperhatikan di tahun 2020 adalah Nikobaby. Sebenarnya, Nikobaby sudah bermain secara profesional dari 2014, namun baru mencapai ketenaran setelah penampilan bagusnya bersama Mineski di TI 9. Sebelum bergabung dengan Mineski, Nikobaby bermain di tim tier 2-3 SEA seperti Clutch Gamers dan WarriorsGaming.Unity.

Nikobaby mulai dikenal dunia setelah penampilan hebatnya di TI 9 bersama Mineski. Pemain 22 tahun asal Bulgaria ini menunjukkan kemampuan farming yang di atas rata-rata, sehingga ia mulai dijuluki sebagai “Prison Arteezy” karena kemampuan farming yang tinggi seperti Arteezy dan penampilannya yang seperti narapidana.

Meskipun hanya mampu membawa Mineski menjadi peringkat 9-12 di TI 9, Nikobaby menarik perhatian dari pemain veteran, yaitu Fata. Ia mengundang Nikobaby untuk bermain di tim baru Fata bersama LIMMP, 33, dan Handsken. Akhirnya, tim dari Fata ini diakuisisi oleh Alliance yang baru saja ditinggal seluruh pemainnya ke Team Liquid.

Nikobaby menunjukkan bahwa performanya di TI 9 bukan sebuah keberuntungan. Nikobaby mampu membantu Alliance menempati peringkat yang tinggi di beberapa turnamen besar.

Alliance bersama Nikobaby berhasil menjadi juara di DreamLeague Season 12, menempati peringkat 3 di ESL One Hamburg, menempati peringkat 7-8 di Chengdu Major, dan yang terakhir berhasil meraih peringkat keempat di ONE Esports World Pro Invitational Singapore.

Nikobaby dan Alliance membuka tahun 2020 mereka dengan tampil di DreamLeague Season 13 Leipzig Major mendatang. Apakah Nikobaby mampu kembali menggendong Alliance di tahun 2020?

Sponsored

Emo – Invictus Gaming

Rising Star Dota 2020

Rising star Dota 2 kedua yang harus diperhatikan di tahun 2020 adalah Emo dari Invictus Gaming. Emo adalah salah satu pemain yang dipromosikan dari tim satelit Invictus Gaming, yaitu IG Vitality. Tanpa disangka-sangka, Emo mampu tampil dengan sangat baik dan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kebangkitan dari Invictus Gaming di musim ini.

Bersama Emo, Invictus Gaming mampu untuk lolos ke turnamen DPC untuk pertama kalinya setelah lebih dari satu tahun terpuruk. Dota Summit 11 menjadi panggung untuk Emo. Pemain yang memiliki nama asli Zhou Yi ini membuktikan diri sebagai salah satu midlaner muda yang patut diperhitungkan di turnamen ini.

Pemuda 18 tahun asal Tiongkok ini mencatatkan sebuah rekor baru Dota 2 dengan Invoker miliknya. Ia mencatatkan 15 kill dan mendapatkan 11.157 gold hanya dalam 16 menit.

Penampilan luar biasanya di Dota Summit 11 membantu Invictus Gaming untuk menjadi juara dan lolos ke Chengdu Major. Invictus Gaming dan Emo membuktikan bahwa mereka bukan hanya tim yang beruntung dan sekedar numpang lewat di Chengdu Major. Mereka melanjutkan performa luar biasa mereka dan berhasil menjadi peringkat ketiga di Chengdu Major.

Emo terlihat memiliki gaya bermain yang cukup agresif dan bertempo tinggi. Hal ini terlihat dari hero-hero yang sering ia pakai, seperti Storm Spirit, Invoker, Templar Assassin, dan Tiny. Ia bermain agresif untuk memberi space bagi carry mereka, yaitu FlyFly dan strategi seperti ini terbukti berhasil bagi Invictus Gaming. Mampukah ia mencatatkan rekor lain seperti yang ia tunjukkan dengan Invoker di tahun 2020 ini?

K1 – Beastcoast

Related image

Hector Antonio Rodriguez alias K1 menjadi rising star Dota 2 selanjutnya yang harus diperhatikan di tahun 2020. Pemuda 19 tahun asal Peru ini mulai dikenal penggemar Dota 2 internasional setelah tampil bersama Majestic Esports di OGA Dota Pit Minor dan Team Anvorgesa di Starladder Minor. Ia berhasil membawa kedua tim tersebut menjadi peringkat keempat di turnamen minor tersebut.

K1 menjadi semakin tenar setelah membawa Infamous menjadi tim peringkat delapan besar di The Innternational 9. Ia menjadi salah satu carry yang ditakuti oleh banyak tim karena farming pattern yang bagus dan kemampuan bermain Wraith King miliknya yang luar biasa. Ia memiliki rasio kemenangan sekitar 70 persen di TI 9 menggunakan Wraith King.

Meskipun sangat piawai memainkan Wraith King, sebenarnya ia tidak suka memainkan hero-hero yang memiliki atribut strength. Ia menyebutkan bahwa ia lebih menyukai hero-hero seperti Terrorblade atau Phantom Lancer. Namun, ia bersedia memainkan hero strength yang tidak disukainya seperi Lifestealer dan Wraith King demi kebaikan tim.

K1 dan keempat mantan pemain Infamous lainnya saat ini bergabung dengan Beastcoast. Bersama dengan Chris Luck, Wisper, Scofield, dan Stinger, K1 melanjutkan performa positif mereka yang ditunjukkan pada TI 9 lalu. Sejauh musim berjalan, mereka berhasil menempati posisi yang tinggi di dua turnamen besar. Mereka berhasil menjadi peringkat keempat di ESL One Hamburg dan menjadi delapan besar di Chengdu Major.

K1 dan kawan-kawan membuktikan bahwa pemain dan tim dari Amerika Selatan tidak bisa diremehkan seperti dulu lagi. K1 dan Beastcoast adalah pemain dan tim Amerika Selatan yang patut diperhitungkan di tahun 2020 ini. Mampukah K1 dan Beastcoast melanjutkan magis mereka di 2020 ini? sangat menarik untuk dinanti.

Epileptick1d dan Save-

Rising Star Dota 2020

(Sama seperti gpk dan dream, kami menjadikan dua pemain ini menjadi satu karena mereka bermain di satu tim)

Rising star Dota 2 yang harus diperhatikan di tahun 2020 selanjutnya adalah epileptick1d dan Save-. Dua pemain ini adalah dua pemain muda tanpa pengalaman yang dipercaya oleh Virtus Pro menggantikan posisi dari carry dan support mereka musim lalu, yaitu Ramzes666 dan RodjER.

Egor Grigorenko atau epileptick1d adalah pemain 17 tahun asal Rusia. Ia pernah menjadi pemimpin leaderboard MMR Eropa beberapa waktu lalu. epileptick1d bergabung dengan Virtus Pro di awal musim ini sebagai carry trial. Meskipun Solo dan kolega tampil tidak terlalu baik di awal musim, manajemen tim yakin dengan kemampuan dan potensi dari epileptick1d dan akhirnya memberinya kontrak permanen.

Sementara itu, Vitaliy Melnic alias Save- adalah pemain 17 tahun asal Moldova yang juga bergaung dengan Virtus Pro di awal musim ini sebagai support trial. Save- lebih dulu mendapatkan kontrak permanen dibanding epileptick1d. Sama seperti koleganya, Save- diberi kepercayaan oleh manajemen karena punya kemampuan dan potensi yang tinggi. Bahkan Solo mengatakan bahwa ia bisa menjadi support terbaik dunia.

Pada awal musim, Virtus Pro memang tampil buruk dengan gagalnya mereka ke Chengdu Major. Namun, mereka semakin terlihat berkembang setelah mampu memenangkan Parimatch League Season 1 dan mampu lolos ke Leipzig Major. Mereka juga tampil cukup baik di ONE Esports World Pro Invitational Singapore dengan menempati peringkat 5-6.

Peningkatan ini tentunya karena semakin baiknya chemistry dari tim Virtus Pro, terutama dari dua pemain muda mereka, epileptick1d dan Save-. Perkembangan dua anak muda ini sangat menarik diikuti di tahun 2020 ini. Apakah mereka mampu mencapai potensi mereka yang luar biasa di tahun ini?

Itulah daftar rising star yang wajib diikuti perkembangannya di tahun 2020 ini. Adalah pemain favorit kalian di daftar ini?

Leave A Reply

Your email address will not be published.